 |
| Lakon Wayang Orang Anoman Dhuta / Obong |
1. Versi Bahasa Indonesia
Lakon Anoman Duta atau Anoman Obong adalah salah satu lakon yang terkenal dalam cerita Ramayana. Lakon ini menceritakan perjalanan Anoman dalam menjalankan tugas sebagai utusan Sri Rama, untuk memastikan keaadaan Dewi Sinta yang diculik oleh Prabu Dasamuka, raja raksasha dari kerajaan Alengka. Dikisahkan, Anoman pergi menjalankan perintah ke negeri Alengka dengan disertai oleh para Punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Anoman juga dibantu oleh Batara Bayu, Bayu Kusuma, Wiljajahwreka, Liman Situbandha, Garuda Mahambira dan Sarpa Nagakuwara . Dalam perjalanannya menuju ke negeri Alengka, ia terhalang oleh Samudra. Anoman kemudian dibantu oleh Gunung Maenaka dengan cara melemparkan Anoman dari puncak gunung ke negeri Alengka. Sesampainya Anoman di perbatasan negeri Alengka, Anoman dan para Punakawan merasa lapar, mereka kemudian mencari warung makan. Mereka menemukan sebuah warung yang menyediakan buah-buahan, makanan,minuman dan yang melayani adalah seorang wanita yang sangat cantik. Anoman dan para Punokawan kemudian makan di warung tersebut. Anoman yang memang masih muda terpesona dengan pelayan tersebut, hingga keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah cukup bersenang-senang, Anoman dan Punakawan pamit meninggalkan tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanan. Namun belum jauh dari tempat tersebut, tiba-tiba mereka menjadi buta. Karena sebenarnya perempuan yang menjadi pelayan tersebut adalah selir dari Prabu Dasamuka, yang bernama Dewi Sayempraba. Ia memang ditugaskan untuk menghalang-halangi perjalanan Anoman dan Punokawan sebagai duta Rama.