Translate

Thursday, December 8, 2016

Drama Pendek Terbentuknya ICRC dan PMI

Drama Pendek Terbentuknya ICRC dan PMI

Pemeran :
Henry Dunant, Dr. R. Mochtar                                   :           Alfian A.R.
Anggota Korps 1,Perempuan 1, Warga Jenewa 1      :           Cynthia
Anggota Korps 2, Perempuan 2, Warga Jenewa 2     :           Zemba
Anggota Korps 3,Perempuan 3, Warga Jenewa 3      :           Adella
Prajurit Prancis, Warga Jenewa 4, Hadirin 1              :           Surya
Prajurit Austria, Warga Jenewa 5, Hadirin 2              :           Taufiq Candra
Narator                                                                    :           Puspa

Pada bulan Juni tahun 1859, seorang pengusaha Swiss bernama Henry Dunant tiba di sebuah tempat di bagian utara Italia untuk menemui Kaisar Prancis Napoleon III yang sedang berperang dikawasan itu. Henry Dunant yang berasal dari Jenewa,ingin melakukan pembicaraan bisnis dengan kaisar.

Henry Dunant : “Mudah- mudahan Kaisar berkenan untuk menemuiku!”
Kemudian ketika mendekati Desa Solferino
Henry Dunant : “Astaga!, apa yang sedang terjadi?!”
(Terjadi adegan tembak-menembak oleh Prajurit Prancis dan Prajurit Austria hingga jatuh terkapar)
Korps medis angkatan perang yang ada sangat kewalahan dan kebingungan sehingga tidak mampu menanggulangi situasi tersebut.
Anggota Korps 1 : “Ayo segera tolong mereka!”
Anggota Korps 2 : “Baik, laksanakan!”
Anggota Korps 3 : “ Tapi, korban terus bertambah dan masih banyak yang belum tertangani!”
Perasaan ngeri yang menguasai Henry Dunant membuatnya lupa akan tujuan yang sebernya. Dia memutuskan untuk memakai gereja di desa Castiglione itu sebagai rumah sakit darurat. Dia mulai mengatur pertolongan.
Henry Dunant : “Bawa korban kesini!,  Saya akan membantu menangani para korban yang terluka”.
Para Anggota Korps : “ Baiklah, terimakasih.”
Henry Dunant : “Dalam penderitaan kita semua saudara, Siamo Tutti Fratelli!”
Kaum perempuan bekerja keras sebagai perawat. Mereka tidak mau disuruh beristirahat atau disuruh pergi dari tempat itu.
 Para perempuan yang merupakan sekaligus anggota Korps : “Tutti fratelli!” ,Mereka semua saudaraku!”
Sekembalinya di Jenewa, Dunant tidak bisa melupakan pengalamannya dan menulis pengalamannya dalam sebuah buku “A Memory of Solferino Solferino”,atau Kenangan Solferino pada tahun 1862 dan menghasilkan sebuah gagasan.
Henry Dunant : “ Aku tidak bisa melupakan kejadian itu, sebaiknya kutulis saja menjadi sebuah buku.”
Pada tahun 1863, gagasan tersebut terwujud. Henry Dunant, bersama dengan dengan beberapa warga Jenewa lain, mendirikan Komite Internasional Pertolongan Korban Luka (the International Committee of Aid for the Wounded), yang di kemudian hari menjadi ICRC (Komite Internasional Palang Merah). Pada tahun itu mulai lahir perhimpunan-perhimpunan Nasional.
Henry Dunant :” Lambang yang kita pakai ialah palang merah dengan latar belakang warna putih, setuju?”
Warga Jenewa: “Kami setuju!”

Henry Dunant meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober 1910. Hari kelahirannya, 8 Mei, dirayakan sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia.
Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

Dr. R. Mochtar : Baiklah, ,mari kita bentuk organisasi palang merah Indonesia pada hari ini tanggal 17 September 1945, dan akan kita jadikan tanggal 17 September sebagai hari PMI, apakah hadirin sekalian setuju?!”
Para Hadirin : “Kami semua sepakat dan menyetujuinya!”.

Demikian kisah pendek tentang sejarah terbentuknya Komite Palang Merah Internasional dan Palang Merah Indonesia. Atas kurang dan lebihnya kami mohon maaf. Sekian dan terimakasih !


No comments :

Post a Comment